Kebenaran (Tidak) Ada Yang Absolut? Sebuah tulisan oleh Kelvin Alfayed
Bagaimana cara mengukur kebenaran atau bahkan melihat sesuatu mana yang benar dan salah? Kalo kaum Sofi bilang kebenaran itu adalah yang menang. Mereka berani mengatakan kebenaran tidak ada yang mutlak, oleh karena pikiran manusia pada dasarnya adalah terbatas, maka tidak mungkin manusia mengetahui kebenaran yang asli (Skeptisme). Dan kebenaran yang asli hanya dimiliki oleh Tuhan dan dipahami oleh orang orang yang diberi anugerah oleh Tuhan (Nabi dan Rasul). Kebenaran itu bersifat statis mengikuti ruang dan waktu. Boleh jadi sesuatu A yang orang orang sekarang dianggap tidak benar, besok atau lusa atau bahkan 10 tahun ke depan sesuatu A ini bisa dibenarkan dengan beberapa alasan. Yang paling signifikan terhadap kebenaran yakni kebudayaan dan perkembangan teknologi serta ilmu pengetahuan. Jadi dalam suatu wilayah tertentu yang perkembangan ilmu pengathuan serta teknologinya berkembang cepat, semakin cepat pula perubahan statis pada suatu kebenaran. Malahan sesuatu yang je...